www.pantauindonesia.id – INDRAMAYU — Pada tanggal 8 Oktober 2025, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan Cikamurang–Bantarwaru, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa proyek PJU dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.
Tinjauan tersebut merupakan bagian dari pengawasan yang dilakukan oleh DPRD terhadap berbagai proyek infrastruktur yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2025. Diharapkan, pengawasan ini dapat meminimalisir berbagai masalah yang mungkin timbul di lapangan.
Anggota Komisi IV, Daddy Rohanady dari Fraksi Partai Gerindra, menekankan pentingnya penerangan jalan untuk keselamatan publik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat. “PJU yang memadai sangat vital untuk mencegah kecelakaan dan memberikan rasa aman saat berkendara, terutama di malam hari,” jelasnya.
Peran PJU dalam Keselamatan dan Ekonomi Masyarakat
Penerangan jalan ternyata memiliki banyak manfaat yang lebih dari sekadar penerangan. Dengan penerangan yang baik, masyarakat bisa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitasnya, terutama di malam hari.
Menurut Daddy, dalam peninjauan itu, ia juga menemukan banyak lampu di wilayah Indramayu yang mati. Hal ini menjadi perhatian serius karena penerangan yang tidak berfungsi dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalur tersebut.
PJU yang cukup juga bisa meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekitar. Ketika jalan-jalan diterangi dengan baik, masyarakat akan lebih yakin untuk melakukan aktivitas ekonomi di malam hari.
Masyarakat juga mengharapkan adanya program perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang terus-menerus dijalankan oleh pemerintah daerah. Dengan adanya perhatian dari pemerintah, diharapkan infrastruktur jalan dapat terus terjaga dan berfungsi dengan baik.
Langkah Nyata untuk Memperbaiki Infrastruktur PJU
Pemerintah Kabupaten Indramayu mendapatkan tambahan 100 titik PJU baru pada tahun ini. Tiang-tiang PJU baru ini memiliki tinggi sekitar 9 meter, dengan jarak antar tiang yang dirancang antara 40 hingga 50 meter.
Keberadaan tambahan PJU ini diharapkan dapat mengurangi jumlah lampu yang tidak berfungsi dan menjadikan jalan lebih aman bagi pengguna. Dengan adanya perubahan ini, masyarakat setempat sangat berharap ada peningkatan dalam kualitas penerangan jalan.
Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD bertujuan untuk memastikan bahwa semua proyek infrastruktur berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa dana publik digunakan dengan optimal.
Pemerintah daerah juga diharapkan bisa melakukan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk memfasilitasi percepatan dalam perbaikan infrastruktur yang mendesak. Keterlibatan publik dalam hal ini juga sangat diperlukan agar semua pihak ikut berperan aktif dalam perbaikan infrastruktur.
Pentingnya Pengawasan Berkelanjutan Terhadap Proyek Infrastruktur
Komisi IV DPRD Jabar menyatakan komitmennya untuk melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap semua proyek infrastruktur strategis. Tujuan utama dari pengawasan ini adalah memastikan bahwa pelaksanaan proyek tersebut tidak hanya memenuhi kualitas yang diharapkan, tetapi juga tepat waktu.
“Proyek infrastuktur yang baik adalah yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kami akan terus memantau agar anggaran publik benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Daddy Rohanady.
Pengawasan yang intensif ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebuah langkah yang sangat diperlukan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah.
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berhak mendapatkan hasil yang optimal dari anggaran yang dialokasikan. Ini adalah langkah menuju pembangunan yang lebih baik bagi semua.


