www.pantauindonesia.id – UPTD Pengembangan Teknologi Pertanian (PPP) Jelekong di Kabupaten Bandung baru-baru ini melaksanakan pelatihan intensif untuk siswa SMK 3 Baleendah yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa di bidang pertanian.
Kasubag TU UPTD PPP Jelekong, Yaya Ranuwijaya, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk mencerdaskan bangsa melalui inovasi yang dikenal sebagai “PELET SAKTI”. Program tersebut berfokus pada pelayanan terpadu seputar tanaman padi, kopi, dan hortikultura, dan telah terjalin kerja sama positif dengan SMK 3 Baleendah selama bertahun-tahun.
“Kami sangat senang bisa berkontribusi dalam pengembangan generasi muda melalui pendidikan pertanian yang aplikatif,” kata Yaya Ranuwijaya. Para siswa yang mengikuti PKL merasa disambut dengan baik dan mendapatkan pelatihan langsung yang sangat antusias.
Yaya menekankan bahwa pengalaman yang didapatkan selama PKL memberi mereka wawasan yang lebih luas, memungkinkan siswa untuk membandingkan antara teori yang mereka pelajari di sekolah dengan praktik yang mereka jalani. Ini penting agar siswa bisa lebih selektif dalam menyaring informasi, khususnya di era digital yang dipenuhi informasi yang belum tentu akurat.
Siswa diajarkan berbagai keterampilan penting, mulai dari memilih benih yang baik hingga teknik pemupukan yang efektif. “Ilmu ini sangat berharga, dan kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini,” ujar Yaya.
Selain itu, UPTD PPP Jelekong juga berharap mendapatkan masukan dari para siswa mengenai teknologi baru yang dapat diterapkan dalam dunia pertanian. “Kami terbuka terhadap gagasan inovasi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam sektor pertanian,” ungkapnya.
Antusiasme para siswa SMK 3 Baleendah terlihat jelas selama mereka mengikuti PKL. Mereka merancang program masing-masing untuk praktek, diantaranya adalah pemupukan, budidaya berbagai tanaman, dan teknik sambung pucuk. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan langka untuk belajar langsung dari para praktisi di lapangan.
Mewakili teman-teman sekelasnya, salah satu siswa menambahkan, “Kami berharap PKL ini tidak hanya bermanfaat untuk UPTD, tapi juga bagi kami dalam menambah ilmu dan keterampilan. Semoga kami bisa lulus dengan baik dan melanjutkan pengalaman baik ini ke depan.”
Pentingnya Praktik Kerja Lapangan dalam Pendidikan Pertanian
Praktik Kerja Lapangan (PKL) bukan hanya sekadar kewajiban kurikulum, melainkan suatu pengalaman berharga bagi siswa. Melalui PKL, siswa memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana dunia pertanian beroperasi di lapangan. Hal ini memungkinkan mereka untuk menerapkan pengetahuan teori yang sudah diperoleh di sekolah.
Dalam konteks pertanian, PKL memberikan siswa pengalaman praktis yang tidak mungkin mereka dapatkan hanya dari buku. Mereka belajar cara mengelola tanaman, memelihara tanah, hingga memahami pentingnya keberlanjutan dalam praktik pertanian modern. Ini tentunya adalah bekal yang baik bagi mereka untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di masa depan.
Dengan pengalaman langsung, siswa juga bisa menemukan minat mereka dalam bidang tertentu. Misalnya, mereka bisa menemukan kecintaan pada budidaya tanaman tertentu atau teknologi pertanian yang sedang berkembang. Ini sangat penting dalam membantu mereka merancang karier di bidang pertanian.
PKL juga menjadi ajang bagi siswa untuk mengasah soft skills mereka, seperti kemampuan bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Soft skills ini tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan pengetahuan teknis yang mereka pelajari.
Oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah untuk menjalin kerja sama yang baik dengan lembaga atau instansi yang relevan. Kerja sama ini akan membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka di dunia yang nyata.
Inovasi dalam Teknologi Pertanian Modern
Di era digital yang semakin berkembang, inovasi dalam teknologi pertanian menjadi sangat signifikan. Teknologi baru seperti sistem irigasi otomatis, pemantauan tanah dengan sensor, dan penggunaan drone untuk pemantauan tanaman sudah menjadi bagian dari praktik pertanian modern. Para siswa diharapkan untuk tidak hanya belajar teori tetapi juga terlibat dalam penggunaan teknologi ini secara langsung.
Dengan memanfaatkan teknologi modern, petani dapat meningkatkan produktivitas mereka dan mengurangi dampak dari perubahan iklim. Siswa perlu diberi pembekalan mengenai bagaimana cara mengintegrasikan teknologi dalam praktik pertanian sehari-hari agar mereka bisa berkontribusi secara maksimal saat terjun ke lapangan.
Selain itu, keberadaan inovasi dalam pertanian juga bisa membantu petani untuk lebih efisien dalam pengelolaan sumber daya. Misalnya, teknologi pemantauan cuaca dapat membantu petani menentukan waktu yang tepat untuk tanam atau panen, sehingga hasil yang diperoleh bisa optimal.
Penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman yang baik tentang keberagaman teknologi ini, agar mereka bisa menjadi generasi petani yang melek teknologi. Inovasi-inovasi ini tidak hanya dimanfaatkan oleh petani besar, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh petani kecil untuk meningkatkan hasil pertanian.
UPTD PPP Jelekong berkomitmen untuk terus menjalin hubungan baik dengan komunitas dan institusi pendidikan dalam rangka menyebarluaskan pengetahuan mengenai teknologi pertanian. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pendidikan pertanian di Indonesia.
Harapan dan Tantangan Pelatihan Pertanian ke Depan
Pelaksanaan pelatihan bagi siswa SMK di bidang pertanian menjadikan generasi muda lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Namun, tantangan yang ada di depan pun cukup signifikan, mulai dari perubahan iklim hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat. Oleh karena itu, pelatihan harus terus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan perkembangan terbaru dalam ilmu pertanian.
Salah satu tantangan besar adalah bagaimana mengedukasi generasi muda agar tidak hanya mengandalkan pengetahuan teori, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Oleh karena itu, keterlibatan langsung dalam praktik pertanian harus terus ditingkatkan.
Di samping itu, pelatihan dan pengembangan diri yang berkelanjutan bagi guru dan instruktur juga sangat penting. Mereka harus selalu mendapatkan pembaruan mengenai teknologi dan metode terbaru agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa.
UPTD PPP Jelekong berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan, dengan cara mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian adalah keharusan untuk memastikan bahwa pertanian di Indonesia bisa berkembang dan berkelanjutan di masa yang akan datang.
Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan dan pengembangan teknologi pertanian, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif dalam menghadapi tantangan pertanian di masa depan.


