www.pantauindonesia.id – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi, memulai tahun 2026 dengan semangat untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat melalui acara Safari Jumat di Masjid Al Ikhsan, Desa Kuripan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi Bupati dan jajarannya untuk berinteraksi dengan warga dan memahami kebutuhan mereka lebih dalam.
Muchendi menekankan pentingnya keterlibatan langsung dalam kegiatan seperti ini. Menurutnya, mendengarkan suara masyarakat secara langsung merupakan bagian integral dari pemerintahan yang responsif dan efektif.
“Jika kami bisa hadir di tengah masyarakat, insya Allah semua akan lebih terkenang di hati. Meskipun tak mungkin mengunjungi seluruh 327 desa, pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan berbagai program pembangunan,” ucapnya penuh harap.
Dalam kunjungan ini, Bupati Muchendi melihat langsung dampak program infrastruktur, yang telah mulai dirasakan oleh warga, terutama perbaikan jalan desa. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati juga meninjau kondisi rumah milik Asmawati, seorang nenek yang tinggal bersama anaknya yang berkebutuhan khusus. Rumah tersebut terlihat sangat tidak layak huni, dengan atap dapur yang sudah berlubang dan lantai kayu yang telah lapuk.
Asmawati mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya, “Kami tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Untuk makan sehari-hari saja sudah susah.” Kata-katanya mencerminkan kondisi sulit yang banyak dialami oleh warga setempat.
Dia adalah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), namun rumahnya yang tidak layak huni memerlukan perhatian segera. Menyaksikan kondisi tersebut, Bupati meminta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKI untuk mendaftarkan rumah Asmawati dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Saya ingin rumah ini segera dimasukkan dalam program RTLH agar bisa diperbaiki,” jelas Muchendi sambil memberikan bantuan tali asih sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warganya.
Rombongan Bupati juga mengunjungi tempat tinggal tiga bersaudara, Muhammad, Susi, dan Ratih, yang tinggal di rumah berukuran sangat kecil dan tidak layak huni. Diketahui, mereka sebelumnya tinggal di kebun sebelum membangun rumah yang berukuran sekitar 2 x 3 meter ini.
“Kondisi rumah ini sangat kecil dan kurang layak untuk ditinggali,” kata Ratih, bidan desa setempat, menggambarkan situasi yang memprihatinkan. Kunjungan ini membuat Bupati Muchendi merasa prihatin dan bertekad untuk membantu perbaikan tempat tinggal mereka.
Pemerintah Kabupaten OKI akan berusaha untuk segera melakukan renovasi, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang sudah tua. “Kami akan memprioritaskan perbaikan secepat mungkin, terutama pada bagian yang sangat mendesak,” ujar Muchendi dengan tegas.
Bupati juga mengungkapkan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) OKI agar proses perbaikan bisa terlaksana dengan cepat. Hal ini sangat penting mengingat saat ini adalah musim hujan.
“Saya telah berbicara dengan Baznas agar perbaikan bisa segera dilakukan sehingga keluarga-keluarga ini dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” tuturnya. Langkah konkrit ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakatnya.
Kepedulian Terhadap Keluarga Kurang Mampu di OKI
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah rumah tidak layak huni. Kunjungan Bupati Muchendi ke rumah Asmawati dan tiga bersaudara tersebut bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi langkah nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Program RTLH menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan mendaftarkan rumah warga yang tidak layak huni, diharapkan mereka bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan untuk perbaikan tempat tinggal.
Partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam mendukung program-program pemerintah. Masyarakat diharapkan turut aktif memberi masukan dan melaporkan jika ada warga lain yang membutuhkan bantuan serupa.
Pemerintah telah berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur dan tempat tinggal warganya. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan permasalahan sosial ini dapat diatasi secara bertahap.
Peran Badan Amil Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran vital dalam membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan melibatkan Baznas dalam program perbaikan rumah tidak layak huni, diharapkan bantuan bisa lebih cepat tersalurkan.
Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi mengenai program-program bantuan dari Baznas. Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan Baznas, masalah sosial seperti ini bisa ditangani dengan lebih efektif.
Serta merta, kontribusi dari para donatur juga sangat dibutuhkan untuk membantu perbaikan rumah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kesulitan yang dihadapi warga setempat bisa diatasi bersama.
Keterlibatan masyarakat akan sangat membantu dalam mendukung program-program yang dijalankan oleh pemerintah dan Baznas. Semangat gotong royong harus terus dipupuk agar semua warga dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.
Langkah-langkah Menuju Perbaikan Infrastruktur Desa
Pemerintah Kabupaten OKI menyadari bahwa perbaikan infrastruktur desa adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program pembangunan yang terencana, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Perbaikan jalan desa, akses air bersih, dan fasilitas kesehatan adalah beberapa prioritas utama dalam program pembangunan. Selain itu, penguatan ekonomi lokal juga perlu mendapat perhatian lebih agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan.
Koordinasi antar sektor dan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sangat diperlukan. Dengan melibatkan warga dalam setiap tahap pembangunan, rasa memiliki mereka terhadap lingkungan akan semakin meningkat.
Implementasi program-program pembangunan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini agar masyarakat bisa melihat langsung hasil dari dana yang telah dikeluarkan.


