www.pantauindonesia.id – Dalam upaya pengentasan wilayah tanpa sinyal, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggandeng Telkomsel untuk memperkuat akses telekomunikasi. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pemerataan informasi dan mempercepat transformasi digital di daerah yang masih minim konektivitas.
Melalui Rapat Rencana Aksi Penanggulangan Blankspot Tahun 2026 yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI, strategi pengentasan blankspot dipetakan dengan lebih tepat. Forum ini menjadi kesempatan untuk menindaklanjuti usulan pembangunan menara telekomunikasi di lokasi-lokasi yang belum dilayani oleh jaringan telekomunikasi.
Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi nasional menghilangkan blankspot pada tahun 2029. Ia percaya bahwa pemerataan akses telekomunikasi sangat penting untuk memperbaiki pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi di kawasan yang kurang terlayani.
Sinergi antara Pemkab dan Telkomsel dalam Meningkatkan Konektivitas
Sinergi antara Pemkab OKI dan Telkomsel menunjukkan komitmen terhadap peningkatan infrastruktur digital, khususnya di daerah pedesaan. Selama tahun 2025, lima desa di Kabupaten OKI telah berhasil menghilangkan blankspot melalui program internet gotong royong.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Dengan model kolaboratif tersebut, biaya konstruksi dapat ditekan dan perluasan konektivitas dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Adi Yanto berharap bahwa kerja sama ini bisa diperluas untuk menjangkau desa-desa lain yang juga masih terisolasi dari akses internet. Data prioritas wilayah yang perlu ditangani sudah disiapkan untuk merumuskan langkah selanjutnya.
Komitmen Jangka Panjang untuk Pengembangan Infrastruktur
Manager Network Operation and Productivity (NOP) Telkomsel Palembang, Riki Irawan, juga mengungkapkan tekad perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan. Komitmen ini mencakup penyediaan akses internet yang cepat dan andal bagi masyarakat di daerah terpencil.
Di tahun lalu, dari puluhan program pembangunan jaringan di Sumatera Selatan, ada 17 titik yang telah dibangun di Kabupaten OKI. Langkah ini mencerminkan konsistensi Telkomsel dalam menanggapi tantangan konektivitas di berbagai wilayah.
Pada tahun 2026, Telkomsel tidak hanya akan melanjutkan pembangunan BTS melalui program reguler tetapi juga akan meningkatkan layanan pada BTS mobile yang telah ada. Ini akan meningkatkan kualitas jaringan dan memastikan lebih banyak daerah terlayani dengan baik.
Pentingnya Pemetaan dan Pendataan untuk Menentukan Kebijakan
Sebelum rapat koordinasi, Diskominfo OKI melakukan pendataan titik blankspot di setiap kecamatan hingga awal November. Data ini akan dijadikan dasar untuk pemetaan prioritas bersama dengan operator dalam menentukan lokasi pembangunan jaringan telekomunikasi selanjutnya.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, sejumlah titik prioritas kini telah ditetapkan untuk tahun 2026. Proses ini diharapkan mampu menjawab tantangan konektivitas di seluruh kabupaten dan membantu menuju Indonesia yang lebih digital dan terhubung.
Dengan adanya program-program yang terencana ini, Pemkab OKI bertekad untuk memastikan seluruh wilayah dapat menikmati akses digital secara merata dan inklusif. Upaya ini merupakan langkah penting dalam membantu perekonomian masyarakat dan mempermudah akses informasi umum.


