www.pantauindonesia.id – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, S.Si, memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk aktif dalam melakukan riset yang berkaitan dengan kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. Menurutnya, temuan riset akan sangat berarti apabila disampaikan sebagai aspirasi melalui audiensi dengan DPRD Jabar, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan publik.
Pernyataan Rizaldy tersebut muncul dalam wawancara dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Wawancara tersebut merupakan bagian dari riset mengenai pelayanan transportasi Metro Jabar Trans (MJT) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi IV pekan lalu.
Rizaldy menjelaskan bahwa masalah anggaran seharusnya bukanlah hambatan utama untuk meningkatkan layanan MJT. Ia pun menegaskan bahwa DPRD Jabar telah menyetujui anggaran yang signifikan untuk mendukung pengoperasian dan pengembangan layanan transportasi tersebut pada Tahun Anggaran 2025.
Mendorong Partisipasi Mahasiswa dalam Riset Pelayanan Publik yang Berkualitas
Mahasiswa yang terlibat dalam riset ini menyampaikan bahwa hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa layanan Metro Jabar Trans belum berjalan secara optimal, terutama pada Koridor V Dipati Ukur–Jatinangor. Koridor ini teridentifikasi memiliki jumlah pengguna yang cukup tinggi, namun terdapat beberapa kendala yang mengganggu kenyamanan dan efektivitasnya.
Kendalanya meliputi terbatasnya jumlah bus berkapasitas besar yang tersedia, serta jam operasional yang belum memadai. Selain itu, mahasiswa juga mencatat bahwa penambahan halte dan petugas diperlukan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan kelompok prioritas yang perlu diperhatikan.
Rizaldy memberikan apresiasi atas hasil riset dan berbagai masukan yang disampaikan oleh mahasiswa. Dia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat, termasuk kelompok akademisi, sangat penting dalam memperkuat pengawasan dan mendorong adanya perbaikan dalam layanan publik di wilayah Jawa Barat.
Peran Audiensi dalam Meningkatkan Kualitas layanan Publik
Dalam audiensi yang diadakan, Rizaldy mengatakan bahwa masukan dan umpan balik dari masyarakat menjadi bagian krusial dari tugas dan fungsi DPRD. Informasi yang diterima sangat membantu, terutama dari kalangan akademisi dan mahasiswa, dalam melakukan evaluasi dan perbaikan.
Dia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi guna menciptakan sistem pelayanan publik yang lebih baik. Keberadaan diskusi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rizaldy menambahkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pelayanan Publik
Salah satu tema penting yang diangkat Rizaldy adalah perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Ia percaya bahwa dengan adanya sistem yang transparan, masyarakat akan lebih mudah mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif.
Dalam era informasi saat ini, keterbukaan dari pemerintah dalam menyampaikan data dan informasi kepada publik sangat penting. Ini akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintahan dan mendorong partisipasi yang lebih aktif.
Rizaldy juga mengingatkan bahwa pengawasan bukan saja menjadi tugas DPRD, tetapi juga merupakan tanggung jawab setiap individu masyarakat. Dengan begitu, akan tercipta sinergi yang positif antara pemerintah dan masyarakat.


