www.pantauindonesia.id – Sungai Babatan di Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada 27 Agustus 2025, menjadi saksi atas keceriaan ribuan warga. Lomba Kebut Perahu Pedamaran yang diadakan dalam rangka merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung sangat meriah, menciptakan suasana yang penuh semangat di antara masyarakat.
Keterlibatan 48 perahu dari berbagai desa di wilayah tersebut menambah keunikan acara. Setiap perahu membawa nama yang khas, mencerminkan identitas dan budaya lokal, sehingga menciptakan atmosfir kompetisi yang tak terlupakan.
Dari sekian banyak peserta, hanya empat perahu yang berhasil menembus garis finish dengan waktu terbaik. Ketegangan terasa menggetarkan di antara para pendayung ketika mereka saling bersaing untuk meraih posisi teratas, membuat suasana semakin hidup dengan sorak-sorai penonton.
Momen Bersejarah dalam Lomba Kebut Perahu Pedamaran
Keramaian semakin bertambah ketika Bupati OKI, Muchendi Mahzareeki, hadir untuk menyaksikan acara ini. Kehadirannya disambut meriah oleh masyarakat yang berdesakan di sepanjang tepian Sungai Babatan, menciptakan nuansa kebersamaan yang menghangatkan hati.
Bupati Muchendi terlihat berbaur dengan warga, menyapa dan memberikan dukungan langsung kepada para peserta lomba. Alunan musik Tanjidor yang membawakan lagu-lagu kebangsaan mengiringi suasana, membuat acara semakin berkesan dan menggebu semangat nasionalisme.
Seorang penonton bernama Irvan mengungkapkan kebanggaannya akan acara yang berlangsung. Ia menyatakan bahwa kehadiran Bupati tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai jaminan bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli terhadap pelestarian budaya lokal seperti lomba kebut perahu ini.
Persaingan Ketat di Antara Peserta Lomba
Pada babak final, Perahu 9 Sakti 03 berhasil menduduki posisi pertama dengan penampilan yang mengesankan. Suksesnya perahu ini tidak lepas dari kerja sama tim yang baik dan latihan yang intensif, menambah kegembiraan suasana lomba.
Juara kedua diraih oleh LDM Talang Sungai Liut, yang juga menunjukkan performa luar biasa selama perlombaan. Momen-momen menegangkan di antara peserta mampu menghadirkan sorakan dan dukungan dari penonton yang terus meneriakkan nama perahu favorit mereka.
Di posisi ketiga, Mahkota Ayam menunjukkan performa yang cukup baik dan tidak kalah seru. Sementara itu, Elang Jaya 02 mengamankan posisi keempat dengan usaha yang maksimal, menandakan bahwa semua tim berjuang keras untuk mencapai garis finish.
Menjaga Tradisi dan Menghargai Kemenangan
Acara lomba ini diakhiri dengan pembagian hadiah yang diwarnai tepuk tangan meriah dari masyarakat. Baik pemenang maupun penonton merasa terhibur dan bersemangat untuk melanjutkan tradisi ini di masa depan, menunjukkan dukungan mereka terhadap kegiatan budaya lokal.
Dengan meriahnya acara ini, diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk ikut melestarikan tradisi kebut perahu. Kebanggaan terhadap budaya lokal harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan waktu.
Semua yang hadir di acara ini sepakat bahwa lomba Kebut Perahu Pedamaran bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan dan semangat patriotisme masyarakat lokal. Tradisi yang dijaga dengan baik akan menjadi warisan berharga untuk generasi mendatang, dan inisiatif seperti ini layak diapresiasi.


