www.pantauindonesia.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh siswa baru mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Dalam masa kenalan sekolah yang disebut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Panca Waluya Tahun 2025, berbagai dukungan telah direncanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi para peserta didik.
Langkah konkrit ini dinyatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menegaskan pentingnya pengadaan sarana belajar seperti kursi dan meja. Dengan demikian, siswa tidak akan merasa terhambat dalam proses belajarnya karena masalah fasilitas tersebut.
Gubernur Dedi menyampaikan bahwa pemprov akan segera menanggapi laporan mengenai kekurangan sarana belajar di sekolah-sekolah tanpa harus menunggu penganggaran dari APBD. Ini menunjukkan perhatian serius terhadap pendidikan di wilayah tersebut.
Pemerintah juga telah mempersiapkan distribusi alat pendingin ruangan untuk meningkatkan kenyamanan siswa di dalam kelas. Dengan total 800 unit AC yang ditargetkan, sudah ada 150 unit yang terpasang dalam dua hari pertama pelaksanaan MPLS.
Ruang Belajar yang Terjamin Keamanannya dan Kenyamanannya
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, memantau langsung pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Cikampek dan sangat mengapresiasi antusiasme siswa. Kedatangan mereka dengan sepeda atau berjalan kaki menunjukkan kesadaran tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dinas Pendidikan bertekad untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mendukung perkembangan karakter siswa. Dengan program MPLS, siswa diharapkan dapat berkenalan dengan lingkungan sekitar dan teman-teman baru secara positif.
Menurut Purwanto, MPLS ini menjadi waktu yang tepat bagi siswa untuk menjalin hubungan yang baik dengan kakak kelas dan memahami budaya sekolah. Menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan kekerasan merupakan prioritas utama dalam proses ini.
Panca Waluya, filosofi yang diterapkan dalam MPLS, mencakup lima pilar: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (mandiri). Pembelajaran yang komprehensif ini diharapkan memberi dasar yang kuat bagi perkembangan karakter siswa.
MPLS yang Menyenangkan dan Tertib di Sekolah
Di SMAN 1 Klari, Plt. Kepala Sekolah Unang Suryaman melaporkan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung dengan tertib dan menyenangkan. Suasana yang kondusif ini sangat penting agar siswa merasa nyaman pada hari-hari pertama mereka bersekolah.
Siswa baru, Nandang Mulyaman, menyatakan kebahagiaannya mengikuti MPLS di sekolah baru. Ia merasa diterima dengan baik oleh senior-seniornya yang tidak menunjukkan sikap senioritas.
Nandang, seorang lulusan SMPN 3 Klari, merasa puas dengan banyaknya pengetahuan baru yang didapat sejak hari pertama. Dengan memahami tata tertib dan sikap yang baik di sekolah, ia merasa lebih siap menjalani hari-harinya sebagai siswa SMA.
Ia juga merasa senang karena telah mendapatkan banyak teman baru. Menurutnya, MPLS adalah kesempatan untuk lebih mengenal lingkungan sekolah dan bukan sesuatu yang menakutkan.
Contoh Positif dalam Mobilitas Kesekolah
Di SMAN 1 Bandung, M. Virgiawan Hamdani memberi contoh yang patut dicontoh dengan memilih bersepeda ke sekolah. Tindakan ini sejalan dengan imbauan gubernur untuk tidak membawa kendaraan bermotor bagi siswa yang belum cukup umur.
Virgiawan menjelaskan bahwa bersepeda tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga cara untuk mengurangi polusi dan mendorong gaya hidup aktif. Hari pertama MPLS baginya menjadi momen berharga karena ia bertemu dengan teman baru.
Ia menyatakan, suasana MPLS sangat menyenangkan karena mendapat teman-teman yang baik dan kakak kelas yang ramah. Dengan semangat baru, Virgiawan berharap dapat menjalani tahun ajaran yang penuh prestasi.
Keberhasilan MPLS tidak hanya tergantung pada fasilitas tetapi juga interaksi positif di antara siswa. Membangun rasa persahabatan dan saling mendukung menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.
Pendidikan yang kuat adalah hasil komunitas yang bersatu. Dengan menawarkan dukungan penuh kepada siswa baru, diharapkan mereka bisa beradaptasi dengan cepat dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas serta berdedikasi.