SUBANG | BBCOM | Sudah menjadi kebiasaan di saat Hari Raya Idul Fitri atau perayaan besar lainnya, tempat-tempat wisata selalu dipadati pengunjung. Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah Bukit Panenjoan Pasir Heulang yang terletak di Dusun Darangdan, Desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.
Keindahan alam dan udara yang segar membuat destinasi ini menjadi tempat ideal untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari. Bukit Panenjoan Pasir Heulang mulai dikenal masyarakat sejak dibuka pada tahun 2019 lalu.
Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 12 KM dari pusat Kota Subang.
Kepala Desa Bantarsari, Said Supendi, menjelaskan, “Bukit Panenjoan Pasir Heulang menawarkan pemandangan yang menakjubkan serta suasana sejuk, menjadikannya pilihan utama bagi pengunjung yang mencari ketenangan.”
Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati keindahan tempat ini. Biaya parkir kendaraan juga sangat terjangkau, yaitu Rp. 2.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.
Salah satu daya tarik utama Bukit Panenjoan Pasir Heulang adalah area camping ground, yang memungkinkan pengunjung untuk berkemah dan merasakan pengalaman mendekatkan diri dengan alam.
Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp. 10.000 per orang, para pengunjung dapat mengeksplorasi serunya berkemah di tengah suasana alam yang memukau.
Bagi pengunjung yang tidak membawa tenda, tidak perlu khawatir. Pihak pengelola menyediakan tenda dan juga menawarkan menu khas nasi liwet beserta lauk pauknya, di mana daging ayam yang disajikan adalah ayam kampung asli dengan harga terjangkau.
“Sebagian besar pengunjung berasal dari Kota Subang, Karawang, Bekasi, dan Cirebon, bahkan ada yang datang dari Jakarta serta luar negeri seperti Korea,” tambah Said Supendi.
Ia juga menambahkan bahwa potensi wisata ini perlu lebih banyak dikenal oleh masyarakat, mengingat lokasinya yang hanya sekitar 12 KM dari Kota Subang. Sayangnya, promosi yang dilakukan masih kurang optimal karena keterbatasan sumber daya.
Tahyan, pihak yang bertanggung jawab di area parkir, menyatakan bahwa biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 2.000 per unit, sedangkan untuk mobil adalah Rp. 5.000 per unit, dengan tiket masuk tetap Rp. 10.000 per orang.
“Hingga saat ini, total kunjungan mencapai sekitar 100 orang dari pagi hingga siang,” ujarnya.
SUBANG | BBCOM | Sudah menjadi kebiasaan di saat Hari Raya Idul Fitri atau perayaan besar lainnya, tempat-tempat wisata selalu dipadati pengunjung. Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah Bukit Panenjoan Pasir Heulang yang terletak di Dusun Darangdan, Desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.
Keindahan alam dan udara yang segar membuat destinasi ini menjadi tempat ideal untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari. Bukit Panenjoan Pasir Heulang mulai dikenal masyarakat sejak dibuka pada tahun 2019 lalu.
Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 12 KM dari pusat Kota Subang.
Kepala Desa Bantarsari, Said Supendi, menjelaskan, “Bukit Panenjoan Pasir Heulang menawarkan pemandangan yang menakjubkan serta suasana sejuk, menjadikannya pilihan utama bagi pengunjung yang mencari ketenangan.”
Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati keindahan tempat ini. Biaya parkir kendaraan juga sangat terjangkau, yaitu Rp. 2.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.
Salah satu daya tarik utama Bukit Panenjoan Pasir Heulang adalah area camping ground, yang memungkinkan pengunjung untuk berkemah dan merasakan pengalaman mendekatkan diri dengan alam.
Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp. 10.000 per orang, para pengunjung dapat mengeksplorasi serunya berkemah di tengah suasana alam yang memukau.
Bagi pengunjung yang tidak membawa tenda, tidak perlu khawatir. Pihak pengelola menyediakan tenda dan juga menawarkan menu khas nasi liwet beserta lauk pauknya, di mana daging ayam yang disajikan adalah ayam kampung asli dengan harga terjangkau.
“Sebagian besar pengunjung berasal dari Kota Subang, Karawang, Bekasi, dan Cirebon, bahkan ada yang datang dari Jakarta serta luar negeri seperti Korea,” tambah Said Supendi.
Ia juga menambahkan bahwa potensi wisata ini perlu lebih banyak dikenal oleh masyarakat, mengingat lokasinya yang hanya sekitar 12 KM dari Kota Subang. Sayangnya, promosi yang dilakukan masih kurang optimal karena keterbatasan sumber daya.
Tahyan, pihak yang bertanggung jawab di area parkir, menyatakan bahwa biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 2.000 per unit, sedangkan untuk mobil adalah Rp. 5.000 per unit, dengan tiket masuk tetap Rp. 10.000 per orang.
“Hingga saat ini, total kunjungan mencapai sekitar 100 orang dari pagi hingga siang,” ujarnya.